Tahunterbit : Desember, 2011. Tebal buku : 272. Harga buku : Rp 42.000. Dunia sastra Indonesia kini dibanjiri dengan buku-buku kumpulan cerpen bertemakan komedi. Buku kumpulan cerpen yang berjudul Manusia Setengah Salmon karya Raditya Dika ini misalnya. Buku keenam yang ditulis setelah Marmut Merah Jambu juga mendapat respon yang sangat besar
SinopsisNovel "Manusia Setengah Salmon" Karya Raditya Dika. Raditya Dika, penulis muda yang belajar menulis melalui blog pribadinya. Raditya Dika lahir di Jakarta, 28 Desember sekarang aktif menulis sebuah buku, dan film layar lebar. Tulisannya yang bersifat komedi banyak disukai para pembaca hingga tulisan di blognya dapat menjadi sebuah buku.
sempurnadi buku Manusia Setengah Salmon mengenai makna sebuah kata 'pindah': Pindah rumah, pindah tempat kerja, pindah status dan pindah hati. Setiap orang akan mengalami perpindahan disadari atau tidak setiap orang akan
ResensiNovel "Manusia Setengah Salmon" Manusia Setengah Salmon adalah buku ke enam dari penulis novel komedi nomor satu di negeri ini, yaitu Raditya Dika. Di dalam buku terbarunya ini Raditya Dika menyuguhkan 18 bab yang menceritakan makna sebuah kata 'pindah'. Pindah rumah, pindah pekerjaan, pindah status dan bahkan pindah hati.
Resensinovel Manusia Setengah Salmon ini, saya fokuskan pada unsur instrinsiknya. Karena isi atau ceritanya sangat bagus dan lebi menarik dari unsur ekstrinsiknya. Dalam novel ini banyak potongan-potongan cerita dari novel-novel radit sebelumnya. Novel ini merupakan novel yang paling berbeda dengan novel sebelumnya, karena dalam novel ini
Novel"Manusia Setengah Salmon" Raditya Dika banyak memberikan pesan moral, salah satunya adalah proses perpindahan tidak dapat dihindari Resensi Novel "Manusia Setengah Salmon" 5 Maret 2021 12:16 Diperbarui: 5 Maret 2021 13:07 7579 2 2 + Laporkan Konten. Laporkan Akun. Lihat foto Sumber: goodreads.com. Kekurangan. Dalam novel ini juga ada
4gYasED. A. Latar Belakang 1. Deskripsi buku Judul Resensi Potongan Perpindahan Judul Novel Manusia Setengah Salmon Penulis Raditya Dika Penerbit GagasMedia Kota Jakarta Selatan Tanggal Terbit Cetakan pertama, 2011 Jumlah Halaman 264 halaman 2. Sinopsis Setiap orang akan mengalami yang namanya perpindahan dalam hidupnya. Baik disadari atau pun tidak, setiap orang akan mengalami sebuah proses yang namanya pindah’ dalam perjalanan hidupnya. Itu lah kata – kata yang pembuka pada novel ini, buku Manusia Setengah Salmon ini adalah buku ke enam dari salah satu penulis novel komedi ternama di Indonesia yaitu Raditya Dika. Didalam novelnya ini Dika menuliskan 18 BAB yang menceritakan makna tentang perpindahan. Dengan gaya penulisannya yang khas, Dika menuliskan sebuah cerita tentang perpindahan dan mengajak pembacanya menyadari perpindahan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang tidak disadari. “Hidup sesungguhnya adalah potongan-potongan antara perpindahan satu dengan lainnya. kita hidup di antaranya.” hal. 254 Secara garis besar didalam novelnya ini juga Raditya Dika juga menganalogikan perpindahan dari hati ke hati lainnya seperti saat kita “pindah”. “Seperti rumah ini yang jadi terlalu sempit buat keluarga kami, gue juga menjadi terlalu sempit buat dia. Dan, ketika sesuatu sudah mulai sempit dan tidak nyaman, saat itulah seseorang harus pindah ke tempat lain yang lebih luas dan dirasa cocok untuk dirinya. Rumah ini tidak salah, gue dan dia juga tidak salah. Yang kurang tepat itu bila dua hal yang dirasa sudah tidak lagi saling menyamankan tetap dipertahankan untuk bersama. Mirip seperti gue dan dia. Dan dia, memutuskan untuk pindah” hal. 29 “Saat ini, gue jadi berpikir, proses pindah hati juga seperti pindah rumah. Terkadang , kita masih membanding-bandingkan siapa pun yang kita temui dengan mantan pacar. Ketika kenalan sama seseorang, kita membandingkan dengan kebiasaan mantan pacar kita. Seperti lazimnya orang yang masih terjebak di masa lalu, orang yang lebih baru pasti kalah dari mantan pacar kita yang sudah lama itu.” hal. 244 Banyak pesan moral yang diberikan Radit, Radit juga menceritakan tentang kasih sayang mamanya sewaktu Radit berada di Belanda, sebelum Radit berangkat ke Belanda mamanya berpesan untuk selalu membawa stok celana dalam yang banyak. Disini juga menceritakan tentang wawancara Radit terhadap para hantu yang lagi terkenal di Indonesia. Radit juga mempunyai penemuan baru dalam bidang ilmu untuk orang-orang jomblo. Akhirnya, radit dapat memaknai kehidupannya dengan cara berpindah-pindah seperti ikan salmon yang selalu berpindah-pindah untuk meneruskan kehidupannya. “Kita gak mungkin selamanya bisa ketemu dengan orangtua. Kemungkinan yang paling besar adalah orangtua kita bakalan lebih dulu pergi dari kita. Orangtua kita bakal ninggalin kita, sendirian. Dan kalau hal itu terjadi, sangat tidak mungkin buat kita untuk mendengar suara menyebalkan mereka kembali.” hal. 133 B. Jenis Jenis dari novel ini adalah non fiksi dan komedi. Dalam novelnya Radit yang terakhir ini, Radit juga menambahkan potongan-potongan cerita dari novel-novel sebelumnya yang ada kaitannya dengan novel novel Manusia Setengah Salmon ini, saya fokuskan pada unsur instrinsiknya. Karena isi atau ceritanya sangat bagus dan lebi menarik dari unsur ekstrinsiknya. C. Penilaian 1. Kekurangan Kekurangan dalam novel ini adalah banyak cerita yang tidak nyambung dan terkesan tidak masuk akal. Misalnya, “Kita benar-benar tua di jalan. Saking tuanya gue di jalan gara-gara macet, bukan tidak mungkin beberapa tahun lagi, saat gue pergi dari rumah ke mal pas pulang ke rumah, gue udah punya istri lengkap dengan tiga orang anak. Dan, salah satu dari anak gue lagi hamil muda”. Bakar saja keteknya, halaman 45 . 2. Kelebihan Kelebihan dari novel ini, Raditya Dika banyak memberikan pesan-pesan moral yang baik. Misalnya, “ Kalau mau dipikir-pikir, terkadang terlalu baik bisa membuat pacar kita takut. Kadang, kalau terlalu cuek, juga bikin dia marah. Masing-masing cewek/cowok punya kebiasaannya sendiri. Salah satu cara untuk meluluhkan seorang cewek/cowok adalah dengan meluluhkan keluarganya. Dan cara untuk meluluhkan keluarga seseorang adalah menerima dan mengikuti kebiasaan mereka”. Pesan Moral dari sepiring makanan, halaman 104 . Bahasa yang digunakan adalah bahasa sehari-hari anak jaman sekarang. Jadi, kalau kita membaca novel ini, kita langsung bisa memahami kata-kata yang disampaikan oleh Raditya Dika. Kemudian, dalam novel ini Raditya Dika memberikan simbol-simbol atau emoticon untuk kita, ini dimaksudkan untuk mewakili ekspresi wajah kita di handphone. Novel terakhir karya Raditya ini memang sangat berbeda dengan novel sebelumnya. Novel ini mempunyai bab-bab pendek yang berisi ulasan dari twitternya Raditya Dika. Kemudian, di novel ini Radit memberikan banyak pesan moral dan tips-tips yang aneh tetapi nyata. Novel Manusia Setengah Salmon ini akan saya bandingkan dengan novel Radit yang pertama yaitu, Kambing Jantan. Pada novel Kambing jantan, Radit membuat konsep novel tersebut seperti buku harian. Jadi, cerita-cerita dalam novel Kambing Jantan saling berhubungan antara bab satu dengan bab seterusnya. Sedangkan, novel Manusia Setengah Salmon antara bab satu dengan bab yang lain sudah tidak saling berhubungan. Karena, pada novel Manusia Setengah Salmon Radit memberikan satu judul dalam satu bab. Dalam novel Manusia Setengah Salmon ini terdiri dari 18 judul jadi, di dalam novel ini juga terdiri 18 bab, dengan cerita yang berbeda beda. 3. Kesimpulan Dari resensi novel Manusia Setengah Salmon yang saya buat ini, bahwa novel Manusia Setengah Salmon layak untuk dibaca kalangan remaja maupun dewasa. Novel ini juga syaran akan pesan – pesan moral tentang makna perpindahan, kita tidak dapat mengindari proses perpindahan tesebut karena proses itu terjadi seiring jalannya waktu. Kita hanya dapat menikmatinya saja agar perpindahan tersebut terasa menyenangkan dan kita juga harus siap untuk perpindahan yang tidak terduga dan tidak sesuai dengan kemauan kita. sumber
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Sinopsis bukuDalam novel ini Raditya Dika atau biasa dipanggil Dika menceritakan tentang kisah hidupnya yang penuh perpindahan seperti ikan salmon. Perpindahan pertama diawali dengan kekasih Dika yang “pindah hati” atau bisa disebut juga dengan putus karena sudah tidak cocok lagi dengan Dika. Di saat yang bersamaan, ibunya memutuskan untuk pindah rumah karena rumah yang lama sudah terlalu sempit untuk ditinggali keluarganya yang cukup ini juga mampu memberikan berbagai pesan moral contohnya kita tidak dapat bertemu orang tua kita selamanya, kemungkinan orang tua kita meninggalkan kita terlebih dahulu, dan pada saat itu kita tidak akan bisa mendengarkan suara orang tua kita lagi bab 9, kasih ibu sepanjang belanda. Perpindahan yang bersangkutan dengan kepergian, akan membuat kita harus melupakan hal-hal yang sebelumnya diakrabi, sehingga menimbulkan rasa cemas. Meskipun begitu, tidak ada kehidupan yang lebih baik tanpa melakukan perpindahan. Kelebihan Kelebihan dari novel ini, Raditya Dika banyak memberikan pesan moral, salah satunya adalah proses perpindahan tidak dapat dihindari karena proses itu terjadi seiring berjalannya waktu. Kita hanya dapat menikmatinya saja agar perpindahan tersebut terasa menyenangkan dan juga kita harus siap untuk perpindahan yang tidak terduga dan tidak sesuai dengan keinginan itu, bahasa yang digunakan adalah bahasa sehari-hari anak jaman sekarang. Sehingga kita dapat memahami kata-kata yang disampaikan oleh Raditya Dika dengan mudah. 1 2 Lihat Sosbud Selengkapnya
Uploaded byngurahw 0% found this document useful 0 votes2K views5 pagesDescriptionResensi buku manusia setengah salmon raditya dikaOriginal TitleResensi buku manusia setengah salmonCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document0% found this document useful 0 votes2K views5 pagesResensi Buku Manusia Setengah SalmonOriginal TitleResensi buku manusia setengah salmonUploaded byngurahw DescriptionResensi buku manusia setengah salmon raditya dikaFull description
resensi novel manusia setengah salmon