Haditsdari Aisyah radliyallahu anha di atas menjadi dalil akan bolehnya bagi orang yang sakit untuk mempergunakan air pada bagian kepalanya (ngompres) untuk meringankan sakit panas yang menimpanya dan juga disunnahkan baginya untuk selalu memohon ampunan dan rahmat dari-Nya. Hal ini juga didukung oleh dalil berikut ini,โ€”- Banyaknyawaham 5. Menyelishi para perawi yang tsiqoh Dan berikut ini macam-macam hadist yang di karenakan sebab-sebab di atas: MAUDHU' 3[3] Apabila sebab kecacatan pada perawi itu disebabkan oleh kedustaan atas Ratsulullah SAW, maka hadistnya dinamakan "Maudhu" Pengertian Maudhu' menurut bahasa artinya sesuatu yang diletakkan sedangkan Keutamaanmenerima hadiah dan menjaga dengan baik hadiah/pemberian dari orang lain ( (Dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha, beliau berkata : "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menerima hadiah dan membalasnya.". Al Imam Al Bukhari telah meriwayatkan hadits di dalam Shahihnya, dan hadits ini memiliki hadits-hadits pendukung yang lain.)). Berikutini beberapa dalil yang dijadikan hujjah oleh ustadz Idrus Ramli dan juga kiyai Tobari Syadzili akan bolehnya tahlilan. Akan tetapi berikut catatan ringan yang berkaitan dengan pendalilan tersebut. Jika kita perhatikan isi dari kandungan atsar diatas maka bisa kita ambil kesimpulan: Dalil dari hadits 'Aisyah Radhiyallahu 'anha Kamijawab -dengan meminta pertolongan dari Allah Al-'Alim Al-Hakim sebagai berikut: 1. Perempuan yang dinikahi dalam keadaan hamil ada dua macam: Satu: Perempuan yang diceraikan oleh suaminya dalam keadaan hamil. Dua: Perempuan yang hamil karena melakukan zina sebagaimana yang banyak terjadi di zaman ini - wal 'iyadzu billah - mudah Langsungsaja simak ulasan lengkap doa turun hujan di bawah ini. 1. Doa Ketika Turun Hujan. Ilustrasi hujan - (Pixabay/JillWellington) Diriwayatkan dalam hadits Bukhari nomor 1032, dari Ummul Mukminin, Aisyah radhiyallahu'anha mengatakan: Latin: Allahumma shoyyiban nafi'an. EoHh. Pada postingan ini, kami menyediakan kunci jawaban soal evaluasi PAI kelas 12 halaman 98 99 100 101 Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti bab 5 semester 1 buku pelajaran siswa kurikulum 2013 revisi terbaru. Jawaban ini dapat teman-teman manfaatkan sebagai alternatif, untuk menjawab soal-soal yang ada pada tugas bisa dipungkiri, jika dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah, tak jarang siswa mendapati soal-soal yang sulit, yang terkadang jawabannya tidak ada di buku pelajaran. Ada juga soal yang hrus dijawab dengan pemahaman sendiri. Maka wajar jika ada siswa yang belum bisa menjawab soal-soalnya sehingga tugas sekolah belum bisa Jawaban PAI Kelas 12 Halaman 98 99Kami menyadari jika akhir-akhir ini cukup banyak siswa mencari dan memanfaatkan alternatif jawaban sepert ini. Sudah pasti tujuannya adalah untuk menjawab soal-soal pada tugas sekolah yang mungkin belum bisa dijawab sendiri. Dengan adanya alternatif jawaban, siswa tidak akan kesulitan lagi dalam mengerjakan tugas sekolah. Daftar Isi Kunci Jawaban PAI Kelas 12 Halaman 98-101 Kunci Jawaban PAI Kelas 12 Halaman 98 99 Pilihan Ganda Kunci Jawaban PAI Kelas 12 Halaman 99 100 101 Isian Download Soal PAI Kelas 12 Halaman 98-101 Kami menyadari hal tersebut dan memutuskan untuk turut serta dalam menyediakan kunci jawaban evaluasi PAI kelas 12 halaman 98 99 100 101 ini. Kami berharap jawaban yang kami sediakan ini juga dapat membantu teman-teman siswa dalam mengerjakan tugas-tugas teman-teman sebelumnya pernah berkunjung ke blog ini, tentu tahu bahwa sebelum inipun kami sudah cukup banyak menyediakan kunci jawaban. Bukan hanya jawaban untuk soal-soal PAI saja, namun kami juga menyediakan jawaban untuk tugas-tugas lainnya. Teman-teman dapat mencari dan meskipun kami disini sudah menyediakan jawaban, yang nantinya akan mempermudah teman-teman dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah, kami tetap menyarankan agar para siswa tetap berusaha dulu mencari jawaban di buku pelajaran sebelum memanfaatkan jawaban Jawaban PAI Kelas 12 Halaman 98 Sampai 101Mengerjakan tugas sekolah memang terkadang ada malasnya. Namun bagitu, sudah menjadi kewajiban teman-teman untuk mengerjakan dan menyelesaikannya. Karena dengan mengerjakan tugas-tugas sekolah, teman-teman telah melaksanakan kewajiban sebagai seorang teman-temanpun tentu tahu jika nilai yang nantinya didapatkan dari tugas-tugas sekolah akan sangat membantu dalam meningkatkan atau memperbaiki nilai akhir di raport semester. Dalam menentukan nilai akhir raport, seorang guru akan menghitung keseluruhan nilai, termasuk nilai dari tugas-tugas selain nilai dari tugas-tugas sekolah, teman-teman juga harus bisa mendapatkan nilai terbaik dari kegiatan lainnya. Kegiatan yang kami maksud tersebut adalah penilaian, baik penilaian harian, penilaian akhir semester ataupun penilaian akhir tahun. Semua nilai tersebut sangat penting sekali bagi teman-teman dalam menentukan kelulusan Juga Broker Forex TerbaikMaka dari itu persiapan diri dengan memperbanyak belajar di rumah. Dan manfaatkan juga kunci jawaban yang kami sediakan ini sebagai bahan belajar teman-teman. Karena mempelajari soal-soal latihan juga sangat efektif sekali dalam membantu memahami materi pada buku Jawaban PAI Kelas 12 Halaman 98 99 Pilihan GandaEvaluasiI. Berilah tanda silang x pada huruf a, b, c, d, atau e yang dianggap sebagai jawaban yang paling tepat!1. Perhatikan penggalan ayat berikut!Penggalan ayat di atas mengandung hukum bacaan mad . . .a. Tabiโ€™ib. Iwadc. Silah Qasirahd. Arid lisutkane. IzharJawab A2. Perhatikan potongan ayat berikut!Potongan ayat di atas mengandung informasi bahwa . . . .a. Syirik adalah Syirik adalah menyekutukan Allah Kezaliman dan kemusyrikan itu Menyekutukan Allah Swt. adalah dosa Kemusyrikan adalah kezaliman yang E3. Dalam surat Luqman ayat 14, Allah Swt. menginformasikan bahwa ibu menyapih anaknya pada usia . . . .a. Satu tahunb. Dua tahunc. Tiga tahund. Empat tahune. Lima tahunJawab B4. Berdasarkan informasi dari Aisyah radiAllahu anha dalam hadis di atas, Rasulullah saw. sangat rajin beribadah karena beliau ingin menjadi โ€ฆa. Hamba yang masuk surgab. Hamba terkasihc. Hamba yang diampuni dosanyad. Hamba yang bersyukure. Hamba pemberi syafaat bagi umatnyaJawab D5. Berikut ini yang bukan kandungan dari hadis Aisyah radiAllahu anha hadis no. 4460 di atas ialah โ€ฆa. Rasulullah saw. sangat rajin beribadahb. Rasulullah saw. adalah orang yang suka bersyukurc. Dosa-dosa Rasulullah saw. telah diampuni oleh Allah Rasulullah saw. adalah pemberi syafaat bagi umatnyae. Rasulullah saw. jika shalat malam terkadang sampai tumitnya bengkakJawab DKunci Jawaban PAI Kelas 12 Halaman 99 100 101 Isian1. Jelaskan isi kandungan Luqman/3113!Surat Luqman ayat 13. Isi kandungan surah ini adalah pentingnya kita memahami bahwa perbuatan syirik atau mempersekutukan Allah SWT merupakan bentuk kezaliman dan dosa yang paling besar, hina, dan tidak Jelaskan jasa-jasa ibu yang termuat dalam Luqman/3114!Isi kandungan dari surah Luqman ayat 14 ini adalah Allah memerintahkan kepada setiap manusia untuk berbakti kepada kedua orang yaitu ibu dan yang telah mengandung dengan susah payah dan bertambah-tambah, maksudnya adalah ibu telah lemah karena mengandung, lemah saat mengeluarkan bayinya, dan lemah saat mengurus anaknya sewaktu bayi. Serta menyusui anak bayinya selama dua untuk hendaknya bersyukur kepada Allah yang telah memberikan kehidupan melalui kedua orang tuanya, dan perintah untuk bersyukur atas kedua orang jasa-jasa Ibu dalam Surah Luqman ini adalah Ibulah yang bersusah payah mendangung yang bersusah payah melahirkan Ibulah yang bersusah payah menyapih atau menyusui anaknya selama dua Rasulullah saw. menyuruh agar kita berbicara sesuai dengan kadar intelektual lawan bicara kita, jelaskan maksudnya!Maksud Rasulullah menyuruh agar kita berbicara sesuai dengan kadar intelektual lawan bicara kita adalah agar pesan atau dakwah yang akan kita sampaikan dapat masuk kedalam pikiran dan hati lawan bicara kita. Dengan kata lain yaitu agar mudah dipahami dan tidak terjadi salah Jelaskan pentingnya penguasa yang adil bagi tegaknya amar maโ€™ruf nahi munkar!Secara bahasa amar ma'ruf nahi munkar adalah menyeru kepada kebikan dan mencegah kemungkaran. Sedangan korelasinya dengan seorang pemimpin adalah, jika seorang pemimpin bersifat adil kepada rakyatnya, maka akan kecil kemungkinan untuk rakyatnya dalam mencemooh dan mengkritik pemimpinnya, dengan demikian jika sang pemimpin menerapkan sistem yang bertujuan untuk amar ma'ruf tadi, dengan sendirinya rakyatnya mentaati peraturan itu, karna sudah ada suri tauladan yang memberikan contoh yang benar, dan memiliki image yang bagus, dan dapat di Jelaskan kaitan antara ibadah dan bersyukur berdasarkan hadits dari Aisyah di atas! Kaitan antara ibadah dan bersyukur berdasarkan hadits dari Aisyah adalah salah satu cara untuk menjukkan perasaan syukur kita kepada Allah Taโ€™ala adalah dengan semakin memperbanyak ibadah kepada Allah, sebagaiman dalam riwayat sayyidatina Aisyah Radhiyallahu anha, Rasulullah bersyukur kepada Allah dengan sshalat hingga kaki beliau Berilah tanda checklist โœ” pada kolom di bawah ini sesuai kemampuanmu dalam membaca dan menghafal ayat dan hadis berikut dengan tartil!Untuk tugas bagian III ini, silahkan teman-teman isi pilihan pada kolom sesuai dengan kemampuan teman-teman sekarang Salinlah lafal-lafal yang mengandung hukum tajwid pada Luqman/3113-14 ke dalam tabel berikut dan jelaskan hukum bacaannya!Surah Luqman ayat 13Hukum tajwid pada ayat tersebut adalah sebagai berikut Pada ร™โ€šูŽร˜ยงร™โ€žูŽ terdapat hukum tajwid mad asli fathah bertemu dengan huruf alifPada ร™โ€žูร™โ€šู’ร™โ€ฆูŽร˜ยงร™โ€ ู terdapat dua hukum tajwid yaitu qalqalah sughra huruf qaf berharkat sukun di tengah kalimat dan mad asliPada ร™โ€žูร˜ยงร˜ยจู’ร™โ€ ูร™โ€กู terdapat hukum tajwid qalqalah sughraPada ร™ล ูŽร˜ยง ร˜ยจูร™โ€ ูŽร™ล ู‘ูŽ terdapat hukum tajwid mad asliPada ร™โ€žูŽร˜ยง terdapat hukum tajwid mad asliPada ร˜ยชูร˜ยดู’ร˜ยฑูร™ฦ’ู’ terdapat hukum tajwid ra tarqiq ra berharkat kasrahPada ร˜ยจูร˜ยงร™โ€žร™โ€žู‘ูŽร™โ€กู terdapat hukum tajwid lam jalalah tarqiq lam jalalah sebelumnya huruf berharkat kasrahPada ร˜ยฅูร™โ€ ู‘ูŽ terdapat hukum tajwid ghunnah nun bertsydidPada ร˜ยงร™โ€žร˜ยดู‘ูร˜ยฑู’ร™ฦ’ูŽ terdapat dua hukum tajwid yaitu alif lam syamsyiah alif man bertemu dengan huruf syamsyiah dan ra tarqiqPada ร™โ€žูŽร˜ยธูร™โ€žู’ร™โ€ฆูŒ ร˜ยนูŽร˜ยธูร™ล ร™โ€ฆูŒ terdapat dua hukum tajwid yaitu idzhar syafawi mim mati bertemu dengan huruf 'ain dan mad 'aridlisukun mad asli bertemu dengan huruf hijaiyyah di akhir kalimatSurah Luqman ayat 14Hukum tajwid pada ayat tersebut adalah sebagai berikut Pada ร™ห†ูŽร˜ยตู‘ูŽร™ล ู’ร™โ€ ูŽร˜ยง terdapat dua hukum tajwid yaitu mad layyin dan mad asliPada ร˜ยงร™โ€žู’ร˜ยฅูร™โ€ ู’ร˜ยณูŽร˜ยงร™โ€ ูŽ terdapat dua hukum tajwid yaitu alif lam qamariyyah dan mad asliPada ร˜ยจูร™ห†ูŽร˜ยงร™โ€žูร˜ยฏูŽร™ล ู’ร™โ€กู terdapat dua hukum tajwid yaitu mad layyin dan mad asliPada ร˜ยฃูร™โ€ฆู‘ูร™โ€กู terdapat hukum tajwid ghunnahPada ร™ห†ูŽร™โ€กู’ร™โ€ ู‹ร˜ยงร˜ยนูŽร™โ€žูŽร™โ€ฐูฐ terdapat dua hukum tajwid yaitu idzhar halqi dan mad asliPada ร™ห†ูŽร™โ€กู’ร™โ€ ู ร™ห†ูŽร™ยูร˜ยตูŽร˜ยงร™โ€žูร™โ€กู terdapat dua hukum tajwid yaitu idgham bi ghunnah dan mad asliPada ร™ยูร™ล  terdapat hukum tajwid mad asliPada ร˜ยนูŽร˜ยงร™โ€ฆูŽร™ล ู’ร™โ€ ู terdapat dua hukum tajwid yaitu mad asli dan mad layyinPada ร˜ยงร˜ยดู’ร™ฦ’ูร˜ยฑู’ terdapat hukum tajwid ra tafhimPada ร™โ€žูร™ล  terdapat hukum tajwid mad asliPada ร™ห†ูŽร™โ€žูร™ห†ูŽร˜ยงร™โ€žูร˜ยฏูŽร™ล ู’ร™ฦ’ูŽ terdapat hukum tajwid yaitu mad asli dan mad layyinPada ร˜ยงร™โ€žู’ร™โ€ฆูŽร˜ยตูร™ล ร˜ยฑู terdapat hukum tajwid yaitu alif lam qamariyyah dan mad 'aridlisukunV. Berilah tanda checklist โœ” pada kolom yang sesuai dengan pilihan sikap kalian!Pernyataan Tauhid harus didahulukan dalam dakwah karena Allah Swt. adalah Pencipta alam semesta. = SSKemusyrikan termasuk dosa besar karena kemusyrikan mengandung kezaliman terhadap sesama manusia. = SSMengajak manusia berbuat baik itu cukup dengan lisan yang fasih dan pandai ber-retorika. = SMenasihati orang berdakwah sebenarnya tidak perlu menggunakan metode yang macam-macam, yang penting punya keberanian untuk menyampaikan. = SKebenaran harus disampaikan apa adanya, karena perintah Rasulullah saw. agar kita menyampaikannya meskipun itu pahit. = SSSaling menyayangi dan saling menghormati berlaku dalam segala urusan = KSDalam berdakwah tidak boleh ada yang ditutup-tutupi disembunyikan,semua kebenaran harus disampaikan, walaupun mungkin akan berdampak buruk bagi yang menyampaikan. = SSKetika kalian bertukar argumen dengan orang yang kalian nasihati, kemudian tidak terjadi titik temu maka hargai pendapat mereka. = SApa yang kalian katakan seharusnya sama dengan apa yang kalian lakukan. Dengan keteladanan, kalian berharap orang yang kalian nasihati akan mau mengikuti dengan suka rela. = SSSetiap orang memiliki kewajiban untuk saling nasihat menasihati dalam kebaikan dan kesabaran dan mencegah perbuatan kemaksiatan serta kemungkaran. = SSDownload Soal dan Kunci Jawaban PAI Kelas 12 Halaman 98-101Belajar tak melulu dengan membaca materi yang ada pada buku pelajaran. Namun teman-teman juga dapat memanfaatkan soal-soal latihan seperti diatas. Nah berikut ini kami sudah menyediakan soal-soal diatas lengkap dengan kunci jawabannya dalam format file PDF yang nantinya bisa teman-teman simpan pada ponsel atau bisa teman-teman cetak. Berikut ini silahkan teman-teman unduh filenya. 175kb Mengerjakan tugas sekolah memang menjadi kegiatan rutin dalam proses belajar mengajar. Apalagi kita semua tahu, sampai sekarang ini kegiatan belajar tatap muka belum juga dilaksanakan secara penuh. Dan mau tidak mau sekolah masih menerapkan kegiatan belajar dari rumah atau begitu, sudah pasti siswapun akan lebih banyak diberikan tugas-tugas sekolah oleh guru untuk nantinya dikerjakan di rumah dan dikumpulkan kembali kepada guru. Memang dalam masa pembelajaran seperti saat ini, para siswa sangat dituntut untuk bisa mandiri dan aktif dalam tentu terdapat kendala-kendala, salah satunya adalah penjelasan akan materi yang ada pada buku pelajaran kurang maksimal dilakukan oleh guru, sehingga terkadang siswa masih kebingungan dan kurang memahami materinya. Akibatnya dalam mengerjakan soal-soalpun siswa kesulitan dalam menjawab soal-soal yang menjadi salah satu alasan, kenapa sekarang ini para siswa banyak memanfaatkan alternatif jawaban di internet, untuk memabantu mereka dalam mengerjakan dan menyelesaikan tugas-tugas sekolah. Siswa sangat terbantu dengan adanya alternatif jawaban seperti ini, terkhusus dalam menjawab soal-soal yang dianggap sulit yang belum ditemukan berharap kunci jawaban evaluasi PAI kelas 12 halaman 98 99 100 101 ini bisa teman-teman manfaatkan dengan bijak dalam menyelesaikan semua tugas-tugas sekolah. Dan semoga jawaban ini bisa menjadi sebab teman-teman memperoleh nilai yang lebih baik lagi dari tugas-tugas yang telah dikerjakan. Teks Jawaban yang dimaksud dalam pertanyaan di atas adalah apa yang diriwayatkan oleh Aisyah bahwa ia berkata ู„ูŽู…ู‘ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุชููŠ ุงู„ู‘ูŽุชููŠ ูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูููŠู‡ูŽุง ุนูู†ู’ุฏููŠ ุŒ ุงู†ู’ู‚ูŽู„ูŽุจูŽ ููŽูˆูŽุถูŽุนูŽ ุฑูุฏูŽุงุกูŽู‡ู ุŒ ูˆูŽุฎูŽู„ูŽุนูŽ ู†ูŽุนู’ู„ูŽูŠู’ู‡ู ุŒ ููŽูˆูŽุถูŽุนูŽู‡ูู…ูŽุง ุนูู†ู’ุฏูŽ ุฑูุฌู’ู„ูŽูŠู’ู‡ู ุŒ ูˆูŽุจูŽุณูŽุทูŽ ุทูŽุฑูŽููŽ ุฅูุฒูŽุงุฑูู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ููุฑูŽุงุดูู‡ู ุŒ ููŽุงุถู’ุทูŽุฌูŽุนูŽ ุŒ ููŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู„ู’ุจูŽุซู’ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฑูŽูŠู’ุซูŽู…ูŽุง ุธูŽู†ู‘ูŽ ุฃูŽู†ู’ ู‚ูŽุฏู’ ุฑูŽู‚ูŽุฏู’ุชู ุŒ ููŽุฃูŽุฎูŽุฐูŽ ุฑูุฏูŽุงุกูŽู‡ู ุฑููˆูŽูŠู’ุฏู‹ุง ุŒ ูˆูŽุงู†ู’ุชูŽุนูŽู„ูŽ ุฑููˆูŽูŠู’ุฏู‹ุง ุŒ ูˆูŽููŽุชูŽุญูŽ ุงู„ู’ุจูŽุงุจูŽ ููŽุฎูŽุฑูŽุฌูŽ ุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุฌูŽุงููŽู‡ู ุฑููˆูŽูŠู’ุฏู‹ุง ุŒ ููŽุฌูŽุนูŽู„ู’ุชู ุฏูุฑู’ุนููŠ ูููŠ ุฑูŽุฃู’ุณููŠ ุŒ ูˆูŽุงุฎู’ุชูŽู…ูŽุฑู’ุชู ุŒ ูˆูŽุชูŽู‚ูŽู†ู‘ูŽุนู’ุชู ุฅูุฒูŽุงุฑููŠ ุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ุงู†ู’ุทูŽู„ูŽู‚ู’ุชู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฅูุซู’ุฑูู‡ู ุŒ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฌูŽุงุกูŽ ุงู„ู’ุจูŽู‚ููŠุนูŽ ููŽู‚ูŽุงู…ูŽ ุŒ ููŽุฃูŽุทูŽุงู„ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽ ุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ุฑูŽููŽุนูŽ ูŠูŽุฏูŽูŠู’ู‡ู ุซูŽู„ูŽุงุซูŽ ู…ูŽุฑู‘ูŽุงุชู ุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ุงู†ู’ุญูŽุฑูŽููŽ ููŽุงู†ู’ุญูŽุฑูŽูู’ุชู ุŒ ููŽุฃูŽุณู’ุฑูŽุนูŽ ููŽุฃูŽุณู’ุฑูŽุนู’ุชู ุŒ ููŽู‡ูŽุฑู’ูˆูŽู„ูŽ ููŽู‡ูŽุฑู’ูˆูŽู„ู’ุชู ุŒ ููŽุฃูŽุญู’ุถูŽุฑูŽ โ€“ ุฃูŠ ุฑูƒุถ - ููŽุฃูŽุญู’ุถูŽุฑู’ุชู ุŒ ููŽุณูŽุจูŽู‚ู’ุชูู‡ู ููŽุฏูŽุฎูŽู„ู’ุชู ุŒ ููŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู ุงุถู’ุทูŽุฌูŽุนู’ุชู ุŒ ููŽุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูŽุง ู„ูŽูƒู ูŠูŽุง ุนูŽุงุฆูุดู ุŒ ุญูŽุดู’ูŠูŽุง ุฑูŽุงุจููŠูŽุฉู‹ ุŸ - ุงู„ุญุดุง ุงู„ุชู‡ูŠุฌ ุงู„ุฐูŠ ูŠุนุฑุถ ู„ู„ู…ุณุฑุน ููŠ ู…ุดูŠู‡ ุจุณุจุจ ุงุฑุชูุงุน ุงู„ู†ูุณ ุŒ ุฑุงุจูŠุฉ ู…ุฑุชูุนุฉ ุงู„ุจุทู† - ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ู‚ูู„ู’ุชู ู„ูŽุง ุดูŽูŠู’ุกูŽ . ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽุชูุฎู’ุจูุฑููŠู†ููŠ ุฃูŽูˆู’ ู„ูŽูŠูุฎู’ุจูุฑูŽู†ู‘ููŠ ุงู„ู„ู‘ูŽุทููŠูู ุงู„ู’ุฎูŽุจููŠุฑู . ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ู‚ูู„ู’ุชู ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุŒ ุจูุฃูŽุจููŠ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ูˆูŽุฃูู…ู‘ููŠ ุŒ ููŽุฃูŽุฎู’ุจูŽุฑู’ุชูู‡ู . ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽุฃูŽู†ู’ุชู ุงู„ุณู‘ูŽูˆูŽุงุฏู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชู ุฃูŽู…ูŽุงู…ููŠ ุŸ ู‚ูู„ู’ุชู ู†ูŽุนูŽู…ู’ . ููŽู„ูŽู‡ูŽุฏูŽู†ููŠ ูููŠ ุตูŽุฏู’ุฑููŠ ู„ูŽู‡ู’ุฏูŽุฉู‹ ุฃูŽูˆู’ุฌูŽุนูŽุชู’ู†ููŠ ุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุธูŽู†ูŽู†ู’ุชู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุญููŠููŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู ุŸ - ุฃูŠ ู‡ู„ ุธู†ู†ุช ุฃู†ูŠ ุฃุธู„ู…ูƒ ุจุงู„ุฐู‡ุงุจ ุฅู„ู‰ ุฒูˆุฌุงุชูŠ ุงู„ุฃุฎุฑู‰ ููŠ ู„ูŠู„ุชูƒ - ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ู…ูŽู‡ู’ู…ูŽุง ูŠูŽูƒู’ุชูู…ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ู’ู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ุŒ ู†ูŽุนูŽู…ู’ ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุฌูุจู’ุฑููŠู„ูŽ ุฃูŽุชูŽุงู†ููŠ ุญููŠู†ูŽ ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชู ุŒ ููŽู†ูŽุงุฏูŽุงู†ููŠ ุŒ ููŽุฃูŽุฎู’ููŽุงู‡ู ู…ูู†ู’ูƒู ุŒ ููŽุฃูŽุฌูŽุจู’ุชูู‡ู ุŒ ููŽุฃูŽุฎู’ููŽูŠู’ุชูู‡ู ู…ูู†ู’ูƒู ุŒ ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู’ ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒู ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ูˆูŽุถูŽุนู’ุชู ุซููŠูŽุงุจูŽูƒู ุŒ ูˆูŽุธูŽู†ูŽู†ู’ุชู ุฃูŽู†ู’ ู‚ูŽุฏู’ ุฑูŽู‚ูŽุฏู’ุชู ุŒ ููŽูƒูŽุฑูู‡ู’ุชู ุฃูŽู†ู’ ุฃููˆู‚ูุธูŽูƒู ุŒ ูˆูŽุฎูŽุดููŠุชู ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุณู’ุชูŽูˆู’ุญูุดููŠ ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽ ุฑูŽุจู‘ูŽูƒูŽ ูŠูŽุฃู’ู…ูุฑููƒูŽ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุฃู’ุชููŠูŽ ุฃูŽู‡ู’ู„ูŽ ุงู„ู’ุจูŽู‚ููŠุนู ููŽุชูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู’ . ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ู‚ูู„ู’ุชู ูƒูŽูŠู’ููŽ ุฃูŽู‚ููˆู„ู ู„ูŽู‡ูู…ู’ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ููˆู„ููŠ ุงู„ุณู‘ูŽู„ูŽุงู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ุฏู‘ููŠูŽุงุฑู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู†ูŽ ุŒ ูˆูŽูŠูŽุฑู’ุญูŽู…ู ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ุชูŽู‚ู’ุฏูู…ููŠู†ูŽ ู…ูู†ู‘ูŽุง ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุณู’ุชูŽุฃู’ุฎูุฑููŠู†ูŽ ุŒ ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽุง ุฅูู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุจููƒูู…ู’ ู„ูŽู„ูŽุงุญูู‚ููˆู†ูŽ ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู… 974 โ€œPada saat giliran hari Nabi โ€“shallallahu alaihi wa sallam- bermalam di rumahku, beliau datang dengan menaruh selendangnya dan melepas sandalnya, beliau meletakkan keduanya di dekat kaki beliau, dan membentangkan kainnya di atas tempat tidurnya, seraya beliau merebah, beliau mengira saya sudah tertidur, sesaat setelah itu beliau mengambil kembali selendang dan memakai kedua sandalnya, lalu membuka pintu dan keluar, saya memakai baju saya dan memakai hijab saya dan saya memakai kain saya, kemudian saya mengejar beliau, sesampainya beliau di Baqiโ€™ beliau berdiri dalam waktu lama, kemudian beliau mengangkat kedua tangannya tiga kali, kemudian beliau belok saya juga ikut belok, beliau berjalan cepat, saya pun demikian, beliau lari-lari kecil, saya juga melakukannya, beliau menghentakkan kaki, saya pun ikut melakukannya. Saya mendahului beliau dan masuk rumah langsung tidur, baru beliau masuk dan bersabda โ€œAda apa denganmu wahai Aisyah ?, kenapa terburu-buru sampai nafasmu tersengal-sengal ?, ia menjawab โ€œTidak ada apa-apaโ€. Beliau bersabda โ€œKamu akan memberitahukan yang sebenarnya atau saya akan diberitau oleh Yang Maha Lembut dan Maha Mengetahui ?!โ€. Ia berkata โ€œWahai Rasulullah, demi Alloh, saya akan memberitahukan yang sebenarnya. Beliau bersabda โ€œApakah kamu adalah sesuatu yang hitam yang saya lihat di depan saya ?โ€. Saya menjawab โ€œYa, maka beliau mendorong dada saya dengan dorongan yang menyakitkan, lalu bersabda โ€œApakah kamu mengira bahwa Alloh dan Rasul-Nya akan berlaku dzalim kepadamu ?, maksudnya โ€œApakah kamu mengira saya akan mendzalimimu untuk pergi ke rumah istri-istri saya yang lain pada malam giliranmu ?โ€, ia menjawab โ€œMeskipun semua orang menyembunyikan hal itu, Alloh Maha Mengetahui ?, ya beliau bersabda โ€œSungguh Jibril telah mendatangiku ketika dia melihatmu sedang tertidur, dia memanggilku, dia menyembunyikannya darimu, saya memenuhi panggilannya dan saya pun menyembunyikannya darimu, dia tidak mau masuk rumah mu pada saat kamu sudah melepaskan baju luar mu, saya juga telah mengira bahwa kamu sudah tertidur, saya tidak mau membangunkanmu, saya hawatir kamu akan marah ?, maka malaikat Jibril berkata โ€œSesungguhnya Tuhanmu menyuruhmu untuk mendatangi kuburan Baqiโ€™ dan memohonkan ampun bagi mereka kepada Allohโ€. Saya berkata โ€œApa yang harus saya katakan kepada mereka ?โ€, beliau bersabda โ€œUcapkanlah โ€œKeselamatan bagi penduduk pemukiman kuburan ini bagi mereka kaum mukminin dan muslimin, semoga Alloh memberikan rahmat kepada para pendahulu kita dan kepada mereka yang akan datang, dan sungguh kami akan menyusul kalian semuaโ€. HR. Muslim 974 Penjelasan dari syubhat yang tertera dalam pertanyaan di atas bisa beberapa hal, di antaranya adalah Pertama Perkataan Aisyah โ€“radhiyallahu anha- ููŽู„ูŽู‡ูŽุฏูŽู†ููŠ ูููŠ ุตูŽุฏู’ุฑููŠ ู„ูŽู‡ู’ุฏูŽุฉู‹ ุฃูŽูˆู’ุฌูŽุนูŽุชู’ู†ููŠ โ€œMaka beliau telah mendorong dada saya dengan dorongan yang menjadikan saya merasa kesakitanโ€. Menunjukkan bahwa perbuatan tersebut dilakukan dari beliau โ€“shallallahu alaihi wa sallam-, dan hanya โ€œal Lahdโ€ yang berarti dorongan di dada atau โ€œAl Lakzuโ€ mendorong dengan tangan mengepal, namun hal itu tidak sampai kepada pukulan sebenarnya dengan tujuan untuk menyakiti atau menjadikannya hina, bahkan disebutkan di dalam Lisan Al Arabi 3/393 bahwa di antara makna โ€œal Lahdโ€ adalah โ€œal Ghomzuโ€ menunjuk dengan tangan, dan di dalam Taajul Aruusy 9/145 bahwa di antara makna โ€œAl Lahdโ€ adalah โ€œadh Dhoghtuโ€ tekanan. Abu Ubaid al Qosim bin Salam โ€“rahimahullah- telah berkata โ€œู„ูŽู‡ูŽุฏุชู‘ู ุงู„ุฑุฌู„ ุฃู„ู‡ุฏู‡ ู„ู‡ุฏุงapabila dia telah mendorongnyaโ€.Gharib al Hadits 4/260 Ibnu Faris โ€“rahimahullah- berkata โ€œู„ู‡ุฏุช ุงู„ุฑุฌู„ adalah saya telah mendorongnyaโ€. Mujmal al Lughah 796 Ibnul Atsir โ€“rahimahullah- berkata โ€œAl Lahdu adalah dorongan kuat di dadaโ€. An Nihayah 4/281 Semua makna di atas adalah sinonim satu sama lain yang berarti menunjukkan bahwa Nabi โ€“shallallahu alaihi wa sallam- tidak memukulnya seperti yang diinginkan oleh mereka yang ingin menghina beliau, akan tetapi beliau menunjuknya dengan tangan, mendorongnya di dadanya hingga ia merasakan sakit, akan tetapi rasa sakit yang ringan yang tidak disengaja, tujuannya sebagai peringatan dan pembelajaran. Kedua Kalau saja pembaca hadits di atas membacanya dengan berlahan-lahan, maka pasti ia akan mengetahui bahwa hadits tersebut menjadi salah satu dalil akan keagungan akhlak Nabi โ€“shallallahu alaihi wa sallam-, sebagai seorang laki-laki yang hidup bersama istrinya dalam beberapa tahun lamanya, sementara ada beberapa perilaku istrinya yang kurang baik karena rasa cemburu yang menjadi sifat bawaan setiap wanita, kemudian juga tidak diketahui bahwa beliau โ€“shallallahu alaihi wa sallam- yang memulai menyakitinya dengan perkataan atau perbuatan kecuali apa mereka klaimkan kekerasan rumah tangga itu ada pada hadits di atas, meskipun banyaknya para perawi yang meriwayatkan tentang semua rincian kehidupan beliau โ€“shallallahu alaihi wa sallam-, semua itu menjadi dalil akan kesempurnaan beliau โ€“shallallahu alaihi wa sallam-. Adapun mereka orang-orang yang dengki, para pencela mereka mencari-cari kalau saja beliau โ€“shallallahu alaihi wa sallam- telah memukul istrinya dengan pukulan yang parah, atau minimal pukulan yang menyakitkan sebagai kekerasan dan penghinaan, akan tetapi mereka gagal dan tidak berhasil menemukan, tujuan mereka pada hadits di atas adalah perkataan Aisyah โ€“radhiyallahu anha- berkata ููŽู„ูŽู‡ูŽุฏูŽู†ููŠ ูููŠ ุตูŽุฏู’ุฑููŠ ู„ูŽู‡ู’ุฏูŽุฉู‹ ุฃูŽูˆู’ุฌูŽุนูŽุชู’ู†ููŠ โ€œMaka beliau mendorong dada saya dengan dorongan yang menyakitkanโ€. Barang siapa yang ingin memukul dan menghinakannya tentu tidak hanya dengan dorongan di dadanya, akan tetapi menggunakan semua kekuatannya pada semua sisi tubuh dan wajahnya, dan akan meninggalkan bekas penganiayaan pada tubuh yang dipukulinya, dan kami tidak menemukan semua itu pada hadits Aisyah โ€“radhiyallahu anha-. Ketiga Hadits ini menunjukkan akan kesempurnaan akhlak Nabi โ€“shallallahu alaihi wa sallam-, kasih sayang beliau, kelembutan hati beliau โ€“alaihis shalatu was salam-; karena beliau tidak berlaku keras, tidak memukul dan tidak menghina, akan tetapi beliau menyalahkan dengan cara yang lembut tujuannya untuk memberikan pelajaran kepada Aisyah โ€“radhiyallahu anha- dan semua umat Islam setelahnya. Sungguh Alloh dan Rasul-Nya tidak berlaku dzalim kepada siapapun, dan bahwa tidak boleh bagi seseorang untuk bersuudzon kepada Alloh dan Rasul-Nya, bahkan menjadi kewajiban seseorang untuk berhusnudzon kepada Alloh dan ridho dengan semua pembagian Alloh โ€“azza wa jalla-, bahwa dorongan/tepukan tersebut menjadi salah satu metode pendidikan dan pengajaran dan peringatan kepada perkara besar dan penting agar tidak terlupakan oleh Aisyah, meskipun ada rasa cemburu kepada Nabi โ€“shallallahu alaihi wa sallam- dan rasa cintanya kepada beliau, maka Nabiyullah โ€“shallallahu alaihi wa sallam- bukanlah tempat yang diperkirakan akan mendzalimi seorang istri demi para istrinya yang lain, tidak mungkin hal itu dilakukan oleh beliau โ€“shallallahu alaihi wa sallam-. Keempat Yang menunjukkan bahwa dorongan beliau bukan termasuk pukulan yang menyakitkan, akan tetapi untuk pengajaran dan peringatan, percakapan yang lengkap antara Nabi โ€“sahallallahu alaihi wa sallam- dan istrinya Aisyah adalah percakapan yang bermanfaat dan sejuk yang menunjukkan kasih sayang seorang muโ€™allim dan murabbi โ€“shallallahu alaihi wa sallam-, karena beliau menjelaskan sebabnya keluar rumah pada waktu yang larut malam, beliau โ€“shallallahu alaihi wa sallam- membuka pintu pelan-pelan pada saat keluar rumah dengan tanpa suara agar tidak sampai membangunkan istrinya, penjelasan dan permintaan maaf tersebut dilakukan tanpa rasa marah apalagi sengaja menyakiti, namun berasal dari seorang suami yang mulia, pengasih dan penyayang, menghormati istrinya, menjelaskan alasannya, menjelaskan dengan rinci apa yang sebenarnya terjadi, agar dia juga ikut menyimak ceritanya, hingga tercipta di dalam dirinya rasa kepercayaan kepada suaminya yang ikhlas dan jujur. Aโ€™isyah berkata ู…ูŽู‡ู’ู…ูŽุง ูŠูŽูƒู’ุชูู…ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ูŠูŽุนู’ู„ูŽู…ู’ู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ุŒ ู†ูŽุนูŽู…ู’ ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุฌูุจู’ุฑููŠู„ูŽ ุฃูŽุชูŽุงู†ููŠ ุญููŠู†ูŽ ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชู ุŒ ููŽู†ูŽุงุฏูŽุงู†ููŠ ุŒ ููŽุฃูŽุฎู’ููŽุงู‡ู ู…ูู†ู’ูƒู ุŒ ููŽุฃูŽุฌูŽุจู’ุชูู‡ู ุŒ ููŽุฃูŽุฎู’ููŽูŠู’ุชูู‡ู ู…ูู†ู’ูƒู ุŒ ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูƒูู†ู’ ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒู ูˆูŽู‚ูŽุฏู’ ูˆูŽุถูŽุนู’ุชู ุซููŠูŽุงุจูŽูƒู ุŒ ูˆูŽุธูŽู†ูŽู†ู’ุชู ุฃูŽู†ู’ ู‚ูŽุฏู’ ุฑูŽู‚ูŽุฏู’ุชู ุŒ ููŽูƒูŽุฑูู‡ู’ุชู ุฃูŽู†ู’ ุฃููˆู‚ูุธูŽูƒู ุŒ ูˆูŽุฎูŽุดููŠุชู ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุณู’ุชูŽูˆู’ุญูุดููŠ ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽ ุฑูŽุจู‘ูŽูƒูŽ ูŠูŽุฃู’ู…ูุฑููƒูŽ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุฃู’ุชููŠูŽ ุฃูŽู‡ู’ู„ูŽ ุงู„ู’ุจูŽู‚ููŠุนู ููŽุชูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู’ . ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’ ู‚ูู„ู’ุชู ูƒูŽูŠู’ููŽ ุฃูŽู‚ููˆู„ู ู„ูŽู‡ูู…ู’ ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‚ููˆู„ููŠ ุงู„ุณู‘ูŽู„ูŽุงู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ุฏู‘ููŠูŽุงุฑู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู†ูŽ ุŒ ูˆูŽูŠูŽุฑู’ุญูŽู…ู ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ุชูŽู‚ู’ุฏูู…ููŠู†ูŽ ู…ูู†ู‘ูŽุง ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุณู’ุชูŽุฃู’ุฎูุฑููŠู†ูŽ ุŒ ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽุง ุฅูู†ู’ ุดูŽุงุกูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุจููƒูู…ู’ ู„ูŽู„ูŽุงุญูู‚ููˆู†ูŽ . โ€œโ€œMeskipun semua orang menyembunyikan hal itu, Alloh Maha Mengetahui ?, ya beliau bersabda โ€œSungguh Jibril telah mendatangiku ketika dia melihatmu, dia memanggilku, dia menyembunyikannya darimu, saya memenuhi panggilannya dan saya pun menyembunyikannya darimu, dia mau masuk rumah mu pada saat kamu sudah melepaskan bajumu, saya juga telah mengira bahwa kamu sudah tidur, saya tidak mau membangunkanmu, saya hawatir kamu akan marah ?, maka malaikat Jibril berkata โ€œSesungguhnya Tuhanmu menyuruhmu untuk mendatangi kuburan Baqiโ€™ dan memohonkan ampun bagi mereka kepada Allohโ€. Saya berkata โ€œApa yang harus saya katakan kepada mereka ?โ€, beliau bersabda โ€œUcapkanlah โ€œKeselamatan bagi penduduk pemukiman kuburan ini bagi mereka kaum mukminin dan muslimin, semoga Alloh memberikan rahmat kepada para pendahulu kita dan kepada mereka yang akan datang, dan sungguh kami akan menyusul kalian semuaโ€. Seorang yang jujur dan ikhlas akan memikirkan untuk mencari kebenaran, keadaan seorang suami yang mempunyai urusan penting pada saat ia tidur diranjang dengan istrinya pada malam hari, kemudian beliau ingin keluar rumah namun tidak mau membangunkannya dari tidurnya karena hawatir akan mengganggu tidurnya, beliau juga enggan jika ia bangun akan marah, dan merasa hawatir akan kehilangan suaminya yang berada di sisinya secara tiba-tiba. Kelima Kalau kami sebutkan semua hadits-hadits yang menunjukkan kesantunan beliau โ€“shallallahu alaihi wa sallam- kepada para istri beliau maka bisa jadi sampai berlembar-lembar, karena beliau memang sosok yang penyantun, penyayang pada kondisi-kondisi tertentu yang kalau dihadapi oleh seorang suami biasa sudah bisa dipastikan tidak mampu menahan ketenangan dirinya, kecuali beliau yang mempunyai akhlak yang agung โ€“shallallahu alaihi wa sallam- yang menghiasi dirinya dengan sifat sabar dan santun, bahkan menahan semua hal yang akan menyakiti istrinya. Di antaranya adalah yang sebagaimana diriwayatkan oleh Ummu Salamah โ€“radhiyallahu anha- ุฃูŽู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ุฃูŽุชูŽุชู’ ุจูุทูŽุนูŽุงู…ู ูููŠ ุตูŽุญู’ููŽุฉู ู„ูŽู‡ูŽุง ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูˆูŽุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ู ุŒ ููŽุฌูŽุงุกูŽุชู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉู ู…ูุชู‘ูŽุฒูุฑูŽุฉู‹ ุจููƒูุณูŽุงุกู ุŒ ูˆูŽู…ูŽุนูŽู‡ูŽุง ููู‡ู’ุฑูŒ โ€“ ูˆู‡ูˆ ุญุฌุฑ ู…ู„ุก ุงู„ูƒู -ุŒ ููŽููŽู„ูŽู‚ูŽุชู’ ุจูู‡ู ุงู„ุตู‘ูŽุญู’ููŽุฉูŽ ุŒ ููŽุฌูŽู…ูŽุนูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ููู„ู’ู‚ูŽุชูŽูŠู’ ุงู„ุตู‘ูŽุญู’ููŽุฉู ุŒ ูˆูŽูŠูŽู‚ููˆู„ู ูƒูู„ููˆุง ุŒ ุบูŽุงุฑูŽุชู’ ุฃูู…ู‘ููƒูู…ู’ . ู…ูŽุฑู‘ูŽุชูŽูŠู’ู†ู ุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุฎูŽุฐูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุตูŽุญู’ููŽุฉูŽ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุŒ ููŽุจูŽุนูŽุซูŽ ุจูู‡ูŽุง ุฅูู„ูŽู‰ ุฃูู…ู‘ู ุณูŽู„ูŽู…ูŽุฉูŽ ุŒ ูˆูŽุฃูŽุนู’ุทูŽู‰ ุตูŽุญู’ููŽุฉูŽ ุฃูู…ู‘ู ุณูŽู„ูŽู…ูŽุฉูŽ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุฑูˆุงู‡ ุงู„ู†ุณุงุฆูŠ ููŠ " ุงู„ุณู†ู† " 3956 ูˆุตุญุญู‡ ุงู„ุฃู„ุจุงู†ูŠ ููŠ " ุตุญูŠุญ ุงู„ู†ุณุงุฆูŠ " โ€œPada saat ia membawa makanan di atas piringnya kepada Rasulullah โ€“shallallahu alaihi wa sallam- dan para sahabat beliau, maka Aisyah datang dengan memakai pakaian bawahan tertentu dengan membawa batu sebesar genggaman tangan dan memecahkan sebuah piring, maka Nabi โ€“shallallahu alaihi wa sallam- mengumpulkan pecahan piring tersebut dan bersabda โ€œKalian semua silahkan makan, ibu kalian sedang cemburu dua kaliโ€. Kemudian Rasulullah โ€“shallallahu alaihi wa sallam- mengambil piringnya Aisyah untuk diberikan kepada Ummu Salamah, dan memberikan piring Ummu Salamah yang pecah kepada Aisyahโ€. HR. Nasaโ€™i dalam As Sunan 3956 dan dishahihkan oleh Albani dalam Shahih an Nasaโ€™i Dari Nuโ€™man bin Basyir โ€“radhiyallahu anhu- berkata ุฌูŽุงุกูŽ ุฃูŽุจููˆ ุจูŽูƒู’ุฑู ูŠูŽุณู’ุชูŽุฃู’ุฐูู†ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุŒ ููŽุณูŽู…ูุนูŽ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ูˆูŽู‡ููŠูŽ ุฑูŽุงููุนูŽุฉูŒ ุตูŽูˆู’ุชูŽู‡ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุŒ ููŽุฃูŽุฐูู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ุŒ ููŽุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุง ุงุจู’ู†ูŽุฉูŽ ุฃูู…ู‘ู ุฑููˆู…ูŽุงู†ูŽ ูˆูŽุชูŽู†ูŽุงูˆูŽู„ูŽู‡ูŽุง ุŒ ุฃูŽุชูŽุฑู’ููŽุนููŠู†ูŽ ุตูŽูˆู’ุชูŽูƒู ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุŸ ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽุญูŽุงู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ู ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽู‡ูŽุง ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ุฎูŽุฑูŽุฌูŽ ุฃูŽุจููˆ ุจูŽูƒู’ุฑู ุฌูŽุนูŽู„ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ุŒ ูŠูŽู‚ููˆู„ู ู„ูŽู‡ูŽุง ูŠูŽุชูŽุฑูŽุถู‘ูŽุงู‡ูŽุง ุฃูŽู„ูŽุง ุชูŽุฑูŽูŠู’ู†ูŽ ุฃูŽู†ู‘ููŠ ู‚ูŽุฏู’ ุญูู„ู’ุชู ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุฑู‘ูŽุฌูู„ู ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽูƒู . ู‚ูŽุงู„ูŽ ุซูู…ู‘ูŽ ุฌูŽุงุกูŽ ุฃูŽุจููˆ ุจูŽูƒู’ุฑู ุŒ ููŽุงุณู’ุชูŽุฃู’ุฐูŽู†ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุŒ ููŽูˆูŽุฌูŽุฏูŽู‡ู ูŠูุถูŽุงุญููƒูู‡ูŽุง ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ููŽุฃูŽุฐูู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ุŒ ููŽุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽู‡ู ุฃูŽุจููˆ ุจูŽูƒู’ุฑู ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽุดู’ุฑููƒูŽุงู†ููŠ ูููŠ ุณูู„ู’ู…ููƒูู…ูŽุง ุŒ ูƒูŽู…ูŽุง ุฃูŽุดู’ุฑูŽูƒู’ุชูู…ูŽุงู†ููŠ ูููŠ ุญูŽุฑู’ุจููƒูู…ูŽุง ุฑูˆุงู‡ ุฃุญู…ุฏ ููŠ " ุงู„ู…ุณู†ุฏ " 30/341-342 ูˆู‚ุงู„ ุงู„ู…ุญู‚ู‚ูˆู† ุฅุณู†ุงุฏู‡ ุตุญูŠุญ ุนู„ู‰ ุดุฑุท ู…ุณู„ู…. โ€œPada saat Abu Bakar mendatangi Nabi โ€“shallallahu alaihi wa sallam- meminta izin untuk masuk, dia mendengar Aisyah bersuara keras kepada Rasulullah โ€“shallallahu alaihi wa sallam-, maka beliau mengizinkannya masuk, masuklah Abu Bakar dan berkata Wahai anak perempuan dari Ibu Ruuman dan ia memakannya, apakah kamu mengangkat suaramu di hadapan Rasulullah โ€“shallallahu alaihi wa sallam- ?. Maka Nabi โ€“shallallahu alaihi wa sallam- menjadi penengah antara Aisyah dan ayahandanya, setelah Abu Bakar keluar rumah, maka Rasulullah โ€“shallallahu alaihi wa sallam- bersabda kepada Aisyah untuk mencari keridhoannya โ€œTidakkah kamu melihat bahwa saya telah membantu menyelesaikan masalahmu dengan ayahandamu. Kemudian Abu Bakar datang lagi dan meminta izin kepada beliau, maka ia mendapati Rasulullah sedang bercanda dengan Aisyah. Maka beliau mengizinkannya masuk, seraya Abu Bakar berkata โ€œWahai Rasulullah, sertakan saya dalam kedamaian anda berdua, sebagaimana kalian berdua telah menyertakan saya pada perselisihan anda berduaโ€. HR. Ahmad dalam Al Musnad 30/341-342, Para pentahqiq berkata โ€œSanadnya hasan sesuai dengan syarat Imam Muslim Maka hendaknya orang-orang yang dengki itu mengambil pelajaran, betapa banyak kasih sayang Nabi โ€“shallallahu alaihi wa sallam- kepada istrinya Aisyah โ€“radhiyallahu anha- , begitu besar juga cinta beliau kepadanya hingga pada kondisi-kondisi yang keras di hadapan para tamunya ia memecahkan piring makanan di hadapan mereka, seraya beliau mencarikan penyebabnya dengan bersabda ุบุงุฑุช ุฃู…ูƒู… โ€œibu kalian sedang cemburuโ€. Bukankah rasa cemburu itu yang menjadi penyebab Aisyah โ€“radhiyallahu anha- ikut keluar rumah di belakang Rasulullah โ€“shallallahu alaihi wa sallam- dari rumahnya pada malam tersebut, karena ia mengira bahwa beliau keluar akan menemui para istri beliau yang lain, semua itu tidak menjadikan beliau โ€“shallallahu alaihi wa sallam- berlaku kasar kepadanya dengan memukul dengan pukulan yang menyakitkan yang banyak terjadi pada suami biasa. Keenam Jika โ€œal Lahdahโ€ dorongan/tepukan itu berarti pukulan sebenarnya dengan keras, maka Aisyah โ€“radhiyallahu anha- akan menangis karenanya sebagaimana para gadis yang sebaya dengannya dan akan memperlihatkan rasa sakitnya dan akan mengingkarinya, akan tetapi dia tidak melakukannya, akan tetapi dia segera melanjutkan pembicaraannya bersama Nabi โ€“shallallahhu alaihi wa sallam- dan bertanya dengan penuh kesopanan tentang dzikir yang disunnahkan pada saat ziarah kubur, maka hal itu menunjukkan bahwa dorongan/tepukan tersebut tidak lain kecuali merupakan pendidikan dan peringatan semata, dan bahwa Aisyah โ€“radhiyallahu anha- tidak merasakan kecuali rasa sakit yang paling ringan yang hal itu selalu dicari-cari oleh mereka para pencela Nabi โ€“shallallahu alaihi wa sallam-. Ketujuh Kemudian kami juga berpendapat Jika seorang suami memukul istrinya โ€“jika sebatas pukulan biasa tanpa ada unsur merendahkan dan penghinaan dan hal itu memang dibutuhkan- maka hal itu dibolehkan oleh al Qurโ€™an al Karim ุงู„ุฑู‘ูุฌูŽุงู„ู ู‚ูŽูˆู‘ูŽุงู…ููˆู†ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู†ู‘ูุณูŽุงุกู ุจูู…ูŽุง ููŽุถู‘ูŽู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุจูŽุนู’ุถูŽู‡ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุจูŽุนู’ุถู ูˆูŽุจูู…ูŽุง ุฃูŽู†ู’ููŽู‚ููˆุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽู…ู’ูˆูŽุงู„ูู‡ูู…ู’ ููŽุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญูŽุงุชู ู‚ูŽุงู†ูุชูŽุงุชูŒ ุญูŽุงููุธูŽุงุชูŒ ู„ูู„ู’ุบูŽูŠู’ุจู ุจูู…ูŽุง ุญูŽููุธูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽุงุชููŠ ุชูŽุฎูŽุงูููˆู†ูŽ ู†ูุดููˆุฒูŽู‡ูู†ู‘ูŽ ููŽุนูุธููˆู‡ูู†ู‘ูŽ ูˆูŽุงู‡ู’ุฌูุฑููˆู‡ูู†ู‘ูŽ ูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽุถูŽุงุฌูุนู ูˆูŽุงุถู’ุฑูุจููˆู‡ูู†ู‘ูŽ ููŽุฅูู†ู’ ุฃูŽุทูŽุนู’ู†ูŽูƒูู…ู’ ููŽู„ูŽุง ุชูŽุจู’ุบููˆุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู†ู‘ูŽ ุณูŽุจููŠู„ู‹ุง ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ุนูŽู„ููŠู‘ู‹ุง ูƒูŽุจููŠุฑู‹ุง ุงู„ู†ุณุงุก/34. โ€œKaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka laki-laki atas sebahagian yang lain wanita, dan karena mereka laki-laki telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang ta`at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara mereka. Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menta`atimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besarโ€. QS. An Nisaโ€™ 34 Aisyah โ€“radhiyallahu anha- telah berbuat kesalahan karena keluar rumah tanpa seizin dari suaminya โ€“shallallahu alaihi wa sallam- namun alasannya karena untuk mengikuti suaminya, dan bahwa ia merasa tenang dengan berada didekat beliau, beliau pun mengetahui keberadaan istrinya. Akan tetapi perilaku Aisyah adalah sebuah kesalahan, namun bersamaan itu Rasulullah โ€“shallallahu alaihi wa sallam- tidak menggunakan apa yang dibolehkan al Qurโ€™an al Karim memukulnya dengan pukulan yang ringan, kalau saja beliau menggunakannya maka hal itu masih dianggap wajar. Menjadi hak beliau untuk memberikan sangsi pada sebuah kesalahan, sebagaimana Nabi Musa โ€“alaihis salam- memegang rambut kepala saudaranya Nabi Harun sambil menariknya ke arahnya. Akan tetapi Nabi โ€“shallallahu alaihi wa sallam- menggunakan dorongan pada dada istrinya disertai peringatan Alloh โ€“azza wa jalla-, tentu yang demikian itu termasuk kesempurnaan akhlak beliau โ€“shallallahu alaihi wa sallam-. Wallahu aโ€™lam. Salah satu istri Nabi yang mesti kita tahu keutamaan dan keistimewaannya adalah Aisyah. Aisyah adalah puteri dari sahabat yang mulia, Abu Bakar Ash-Shiddiq. Nama kunyah Aisyah adalah Ummu Abdillah. Ia dinikahi oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam ketika berusia 6 tahun, pernikahannya berlangsung pada dua tahun sebelum hijrah. Nabi shallallahu alaihi wa sallam baru menggauli Aisyah ketika usianya 9 tahun sebagaimana Aisyah menyebutnya sendiri, disebutkan hal ini dalam riwayat yang muttafaqun alaih Bukhari-Muslim. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam meninggal dunia ketika Aisyah berusia 18 tahun. Aisyah sendiri meninggal dunia di Madinah dan dikuburkan di pekuburan Baqiโ€™. Aisyah mewasiatkan pada Abu Hurairah untuk menyolatkannya. Aisyah meninggal dunia pada tahun 58 H. Lihat Jalaโ€™ Al-Afham, hlm. 297; 300. Keutamaan Aisyah Pertama Aisyah adalah istri yang paling dicintai oleh Rasulullah shallalahu alaihi wa sallam. Dari Amr bin Al-Ash radhiyallahu anhu, ia pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, ุฃูŽู‰ู‘ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ุฃูŽุญูŽุจู‘ู ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉู ยป . ููŽู‚ูู„ู’ุชู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฑู‘ูุฌูŽุงู„ู ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูŽุจููˆู‡ูŽุง ยป โ€œSiapa orang yang paling engkau cintai?โ€ Beliau menjawab, โ€œAisyahโ€. Ditanya lagi, โ€œKalau dari laki-laki?โ€ Beliau menjawab, โ€œAyahnya yaitu Abu Bakar Ash-Shiddiq.โ€ HR. Bukhari, no. 3662 dan Muslim, no. 2384 Kedua Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tidak menikahi seorang perawan kecuali Aisyah. Ketiga Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah menerima wahyu ketika sedang berada di dalam selimut Aisyah dan hal itu tidak pernah terjadi pada istri beliau yang lain. Keempat Tatkala istri-istri Nabi shallallahu alaihi wa sallam diberi pilihan untuk tetap bersama Nabi shallallahu alaihi wa sallam dengan kehidupan apa adanya atau diceraikan lalu akan mendapatkan gantian dunia, maka Aisyah adalah orang pertama yang menyatakan tetap ingin bersama Nabi shallallahu alaihi wa sallam bagaimana pun kondisi beliau. Itulah yang disebutkan dalam ayat, ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ู‚ูู„ู’ ู„ูุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌููƒูŽ ุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูู†ู‘ูŽ ุชูุฑูุฏู’ู†ูŽ ุงู„ู’ุญูŽูŠูŽุงุฉูŽ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ูˆูŽุฒููŠู†ูŽุชูŽู‡ูŽุง ููŽุชูŽุนูŽุงู„ูŽูŠู’ู†ูŽ ุฃูู…ูŽุชู‘ูุนู’ูƒูู†ู‘ูŽ ูˆูŽุฃูุณูŽุฑู‘ูุญู’ูƒูู†ู‘ูŽ ุณูŽุฑูŽุงุญู‹ุง ุฌูŽู…ููŠู„ู‹ุง 28 ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูู†ู’ุชูู†ู‘ูŽ ุชูุฑูุฏู’ู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูŽู‡ู ูˆูŽุงู„ุฏู‘ูŽุงุฑูŽ ุงู„ู’ุขูŽุฎูุฑูŽุฉูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุฃูŽุนูŽุฏู‘ูŽ ู„ูู„ู’ู…ูุญู’ุณูู†ูŽุงุชู ู…ูู†ู’ูƒูู†ู‘ูŽ ุฃูŽุฌู’ุฑู‹ุง ุนูŽุธููŠู…ู‹ุง 29 โ€œHai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu โ€œJika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah supaya kuberikan kepadamu mutโ€™ah suatu pemberian yang diberikan kepada perempuan yang telah diceraikan menurut kesanggupan suami, pen. dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik. Dan jika kamu sekalian menghendaki keredhaan Allah dan Rasulnya-Nya serta kesenangan di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik diantaramu pahala yang besar.โ€ QS. Al-Ahzab 28-29 Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ketika itu mengatakan, โ€œAku benar-benar ingatkan padamu. Janganlah engkau terburu-buru sampai engkau meminta izin kepada orang tuamu.โ€ Aisyah berkata, โ€œTentu kedua orang tuaku tidak menginginkanku cerai.โ€ Aisyah berkata pula, ููŽููู‰ ุฃูŽู‰ู‘ู ู‡ูŽุฐูŽุง ุฃูŽุณู’ุชูŽุฃู’ู…ูุฑู ุฃูŽุจูŽูˆูŽู‰ู‘ูŽ ููŽุฅูู†ู‘ูู‰ ุฃูุฑููŠุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูŽู‡ู ูˆูŽุงู„ุฏู‘ูŽุงุฑูŽ ุงู„ุขุฎูุฑูŽุฉูŽ โ€œApakah dalam masalah ini saya harus meminta izin orang tua, karena saya menginginkan Allah, Rasul-Nya dan negeri akhirat?โ€ Akhirnya, Aisyah menjadi contoh bagi istri-istrinya yang lain, mereka akhirnya berkata sebagaimana Aisyah.โ€ HR. Bukhari, no. 4786 dan Muslim, no. 1475 Kelima Di antara keistimewaannya adalah bahwa Allah membebaskannya dari tuduhan bohong haditsul ifki, seperti disebutkan dalam surah An-Nuur ayat 11-20, pen., dengan menurunkan ayat akan kesuciannya. Ayat tersebut dibaca oleh para imam dalam shalat mereka sampai hari kiamat. Aisyah temasuk orang baik, dijanjikan ampunan dan rezeki yang baik. Allah juga menjelaskan bahwa berita bohong yang menimpanya adalah baik baginya dan bukan merendahkannya. Bahkan Allah mengangkat derajatnya pada derajat yang tinggi, bahkan terus disebutkan akan kebaikan dan terbebasnya dari tuduhan keji kepadanya oleh penduduk bumi dan langit. Alangkah indahnya sanjungan pada Aisyah tersebut. Awal Kisah Aisyah Dituduh Selingkuh Faedah Surat An-Nuur 05 Awal Kisah Aisyah Dituduh Selingkuh Lanjutan Kisah Aisyah Dituduh Selingkuh Faedah Surat An-Nuur 06 Lanjutan Kisah Aisyah Dituduh Selingkuh Berakhir Kisah Aisyah Dituduh Selingkuh Faedah Surat An-Nuur 07 Berakhir Kisah Aisyah Dituduh Selingkuh Keenam Banyak dari kalangan pembesar sahabat radhiyallahu anhum jika menghadapi kesulitan dalam masalah agama, mereka meminta fatwa kepada Aisyah. Mereka mendapati ilmu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berada pada Aisyah radhiyallahu anha. Ketujuh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam meninggal dunia di rumahnya, pada giliran harinya, pada malam harinya dan di pangkuannya, lalu dikuburkan di rumahnya. Kedelapan Pernikahan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dengan Aisyah bukan sembarang pernikahan. Akan tetapi perintah dari Allah Taโ€™ala. Sebagaimana hal tersebut dikisahkan oleh Aisyah radhiyallahu anha, di mana Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, โ€œEngkau ditampakkan padaku dalam mimpi selama tiga malam dalam riwayat Bukhari disebut dua kali, pen.. Ada malaikat datang membawamu dengan mengenakan pakaian sutra putih, lalu malaikat itu berkata, Ini adalah istrimu.โ€™ Maka aku menyingkap wajahmu dan ternyata engkau, lalu kukatakan, ุฅูู†ู’ ูŠูŽูƒู ู‡ูŽุฐูŽุง ู…ูู†ู’ ุนูู†ู’ุฏู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูŠูู…ู’ุถูู‡ู Seandainya mimpi ini datangnya dari Allah, pasti Dia akan menjalankannya.โ€™โ€ HR. Bukhari, no. 3895 dan Muslim, no. 2438 Kesembilan Banyak orang yang memberi hadiah pada giliran harinya Aisyah yang di sana ada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam agar supaya menjadi dekat dengan beliau shallallahu alaihi wa sallam. Disebutkan dalam hadits, โ€œPara sahabat dahulu menyengaja memberikan hadiah-hadiah mereka kepada Nabi ketika giliran Aisyah. Kata Aisyah, Berkumpullah istri-istri yang lain di tempat Ummu Salamah.โ€™ Lalu mereka berkata, Wahai Ummu Salamah, demi Allah orang-orang menyengaja memberikan hadiah-hadiah mereka pada giliran Aisyah dan bahwasanya kami pun menghendaki kebaikan sebagaimana Aisyah menghendakinya, maka mintalah kepada Rasulullah agar memerintahkan orang-orang untuk memberikan hadiah mereka kepada beliau di manapun giliran beliau.โ€™ Kata Aisyah, Ummu Salamah menyebutkan hal itu kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Kata Ummu Salamah beliau berpaling dariku, ketika beliau kembali pada giliranku, aku sebutkan lagi hal itu, maka beliau berpaling dariku, ketika aku menyebutkan hal itu ketiga kalinya.โ€™ Nabi shallallahu alaihi wa sallam lantas berkata, ูŠูŽุง ุฃูู…ู‘ูŽ ุณูŽู„ูŽู…ูŽุฉูŽ ู„ุงูŽ ุชูุคู’ุฐููŠู†ูู‰ ููู‰ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽุง ู†ูŽุฒูŽู„ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ู‘ูŽ ุงู„ู’ูˆูŽุญู’ู‰ู ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ููู‰ ู„ูุญูŽุงูู ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู ู…ูู†ู’ูƒูู†ู‘ูŽ ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูŽุง Wahai Ummu Salamah, jangan engkau menyakiti aku lantaran Aisyah karena sesungguhnyaโ€“demi Allahโ€“tidak pernah turun kepadaku wahyu sedang aku berada di selimut seorang istriku di antara kamu, kecuali dia Aisyah.โ€ HR. Bukhari, no. 3775 Kesepuluh Syariat tayamum turun lantaran Aisyah. Aisyah pernah meminjam sebuah kalung dari Asmaโ€™ lalu kalung itu hilang. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam lantas mengutus seseorang mencarinya lalu ditemukanlah kalung tersebut. Kemudian masuk waktu shalat sementara tidak ada air bersama mereka lalu mereka pun shalat, kemudian mereka mengadukan hal tersebut kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, maka Allah pun menurunkan ayat tentang tayammum, maka Usaid bin Hudhair berkata kepada Aisyah, ุฌูŽุฒูŽุงูƒู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง ุŒ ููŽูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽุง ู†ูŽุฒูŽู„ูŽ ุจููƒู ุฃูŽู…ู’ุฑูŒ ุชูŽูƒู’ุฑูŽู‡ููŠู†ูŽู‡ู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุฌูŽุนูŽู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฐูŽู„ููƒู ู„ูŽูƒู ูˆูŽู„ูู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู†ูŽ ูููŠู‡ู ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง โ€œSemoga Allah membalasmu dengan kebaikan. Demi Allah, tidaklah menimpamu sesuatu yang engkau benci melainkan Allah menjadikan padanya kebaikan bagimu dan bagi kaum muslimin.โ€ HR. Bukhari, no. 336 dan Muslim, no. 367 Semoga keutamaan Aisyah menjadi teladan bagi kita semua. Wallahu waliyyut taufiq. Referensi Jalaโ€™ Al-Afham fi Fadhl Ash-Shalah wa As-Salaam ala Muhammad Khair Al-Anam. Cetakan kedua, Tahun 1431 H. Ibnu Qayyim Al-Jauziyah. Penerbit Dar Ibnul Jauzi. Hlm. 297-300. โ€” Disusun di Pesantren Darush Sholihin, Jumat pagi , 21 Shafar 1439 H Oleh Muhammad Abduh Tuasikal Artikel Allah SWT telah memilih Aisyah radhiyallahu anha untuk kekasih-Nya Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Perempuan suci lagi mensucikan, al-shiddiqah binti al-Shiddiq, perempuan yang derajat keagungannya memenuhi tujuh lapis langit, pendidik para ulama, pengajar akhlaq, pendakwah yang memiliki lisan fasih, juru bicara para fuqaha, sejak kecil dan tumbuh kembang sebagai pemeluk agama Islam. Ia pernah berkataู„ู… ุฃุนู‚ู„ู’ ุฃุจูˆูŠู‘ูŽ ุฅู„ุงู‘ูŽ ูˆู‡ู…ุง ูŠูŽุฏูŠู†ุงู† ุงู„ุฏู‘ููŠู†โ€œSebelum aku tumbuh sebagai orang yang beraqal, kedua orang tuaku sudah memeluk Islam.โ€Dialah satu-satunya istri Baginda Nabi shallallahu alaihi wasallam yang dinikahi masih dalam kondisi masih perawan, sebab belum pernah menikah sebelumnya. Kecintaannya pada Baginda shallallahu alaihi wasallam, digambarkan dalam banyak kitab manaqib sebagai yang tiada tertandingi. Nabi shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda, menggambarkan keutamaan Aisyah dibandingkan dengan semua perempuan dari kalangan Ummat Muhammad shallallahu alaihi wasallam tersebut diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu anha, sebagai berikutูุถู’ู„ู ุนุงุฆุดุฉูŽ ุนู„ู‰ ุงู„ู†ู‘ูุณุงุก ูƒููŽุถู„ู ุงู„ุซู‘ูŽุฑูŠุฏ ุนู„ู‰ ุณุงุฆุฑ ุงู„ุทู‘ูŽุนุงู…โ€œKeutamaan Aisyah dibanding perempuan-perempuan selainnya adalah bagaikan keutamaan al-tsarid mengalahkan jenis makanan lainnya.โ€ HR. Bukhari dan MuslimMaksud dari hadis ini, sebagaimana dijelaskan oleh Imam Nawawi rahimahullah adalah sebagai berikutู‚ุงู„ ุงู„ุนู„ู…ุงุก ู…ุนู†ุงู‡ ุฃู† ุงู„ุซุฑูŠุฏ ู…ู† ูƒู„ู‘ ุงู„ุทุนุงู… ุฃูุถู„ ู…ู† ุงู„ู…ุฑู‚, ูุซุฑูŠุฏ ุงู„ู„ุญู… ุฃูุถู„ ู…ู† ู…ุฑู‚ู‡ ุจู„ุง ุซุฑูŠุฏ, ูˆุซุฑูŠุฏ ู…ุง ู„ุง ู„ุญู… ููŠู‡ ุฃูุถู„ ู…ู† ู…ุฑู‚ู‡, ูˆุงู„ู…ุฑุงุฏ ุจุงู„ูุถูŠู„ุฉ ู†ูุนู‡, ูˆุงู„ุดุจุน ู…ู†ู‡, ูˆุณู‡ูˆู„ุฉ ู…ุณุงุบู‡, ูˆุงู„ุงู„ุชุฐุงุฐ ุจู‡, ูˆุชูŠุณุฑ ุชู†ุงูˆู„ู‡, ูˆุชู…ูƒู† ุงู„ุฅู†ุณุงู† ู…ู† ุฃุฎุฐ ูƒูุงูŠุชู‡ ู…ู†ู‡ ุจุณุฑุนุฉ, ูˆุบูŠุฑ ุฐู„ูƒ, ูู‡ูˆ ุฃูุถู„ ู…ู† ุงู„ู…ุฑู‚ ูƒู„ู‡ ูˆู…ู† ุณุงุฆุฑ ุงู„ุฃุทุนู…ุฉุŒ ูˆูุถู„ ุนุงุฆุดุฉ ุนู„ู‰ ุงู„ู†ุณุงุก ุฒุงุฆุฏ ูƒุฒูŠุงุฏุฉ ูุถู„ ุงู„ุซุฑูŠุฏ ุนู„ู‰ ุบูŠุฑู‡ ู…ู† ุงู„ุฃุทุนู…ุฉ. ูˆู„ูŠุณ ููŠ ู‡ุฐุง ุชุตุฑูŠุญ ุจุชูุถูŠู„ู‡ุง ุนู„ู‰ ู…ุฑูŠู… ูˆุขุณูŠุฉ; ู„ุงุญุชู…ุงู„ ุฃู† ุงู„ู…ุฑุงุฏ ุชูุถูŠู„ู‡ุง ุนู„ู‰ ู†ุณุงุก ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฃู…ุฉโ€œPara ulama berkata, makna hadis ini adalah bahwasanya al-tsarid bubur merupakan makanan yang paling utama di antara berbagai jenis makanan lainnya dari kelompok al-muraq makanan lembut/kuah/kaldu. Bubur daging adalah lebih utama dibanding kaldu tanpa bubur. Bubur makanan yang tidak ada daging yang menggumpal di dalamnya adalah paling utama-utamanya muraq. Maksud dari utama ini adalah segi manfaatnya, mengenyangkan, dan mudah dicerna, serta kelezatan. Mudah dikonsumsi, dan memungkinkan semua orang bisa mengkonsumsinya dengan cepat. Itulah sebabnya, al-tsarid merupakan paling utama-utamanya muraq khususnya bila dibandingkan semua jenis makanan lainnya. Dan keutamaan Aisyah di antara perempuan lainnya adalah lebih banyak bagaikan kelebihan al-tsarid dari semua makanan ini tidak ada hubungannya dengan penjelasan keutamaan Maryam dan Aisyah, karena sifat khusus kandungan darihadis adalah mencakup semua perempuan dari ummat Muhammad ini.โ€ Syarah Muslim, Juz 15, halaman 99.Penggambaran Nabi shallallahu alaihi wasallam tentang keutamaan Aisyah radliyallahu anha ini seolah mengesankan adanya sifat multitalenta yang dimiliki oleh Aisyah. Itulah sebabnya, beliau digambarkan sebagai al-tsarid, semacam bubur sederhana yang siapapun bisa mengolahnya dan mengakui ini bukan merupakan yang irrasional, tapi justru sangat rasional. Pertama, dari sisi usia beliau yang masih sangat belia ketika dinikahi oleh Baginda Nabi shallallahu alaihi wasallam. Dari faktor usia yang masih belia ini, maka sangat rasional bila daya hafalannya sangat kuat. Bahkan kemampuan pemahaman, penalaran dan komunikasi dalam menyampaikan gagasan. Itulah sebabnya, Aisyah radhiyallahu anha dijuluki oleh para ulama sebagai muhadditsatu al-fuqaha, yaitu juru bicaranya para ini kiranya tidak berlebihan, sebab beliau adalah istri Baginda shallallahu alaihi wasallam, yang sudah pasti mengetahui banyak seluk beluk soal fiโ€™li perbuatan Nabi ketika ada di rumah. Mayoritas hadis-hadis yang diriwayatkan olehnya, adalah sunnah fiโ€™liyah, misalnya hadis tentang tata cara berwudhu, shalat, haji dan lain sebagainya. Tak urung, ada sekitar yang diriwayatkan oleh antara 7 sahabat yang meriwayatkan banyakhadis, Siti Aisyah radhiyallahu anha, menduduki urutan nomor 4 setelah Abu Hurairah, Abdullah bin Umar, dan Anas bin Malik. Tiga sahabat lain yang banyak meriwayatkan hadis, akan tetapi masih di bawah Aisyah adalah Abdullah bin Abbas, Jabir bin Abdillah, dan Abu Saโ€™id dari sisi periwayatanhadis, Siti Aisyah merupakan sejajar dengan para perawi hadis di kalangan sahabat-sahabat terkemuka lainnya. Yang paling menonjol dari sisi keunggulan hadis Aisyah ini adalah keberadaan hadis-hadits infirad bi al-riwayah hadis dengan sanad tunggal dan tidak diriwayatkan sahabat lainnya, karena berkaitan dengan hal-hal yang ada dalam rumah tangga. Jadi, andaikan Siti Aisyah radhiyallahu anha tidak meriwayatkan hadis ini, maka hilanglah sebagian dari riwayat hadis penting dalam khazanah keilmuan Islam dan tidak sampai ke generasi dalam meriwayat hadis, Siti Aisyah radhiyallahu anha sangat ketat dalam memegang redaksi hadis. Ia menolak segala bentuk periwayatan bi al-maโ€™na. Suatu ketika dikisahkan, ada sahabat Urwah bin Wutsqa datang mengisahkan kepada Aisyah bahwasanya Ibnu Amr bin Ash telah menyampaikan sebuah hadisู‚ุงู„ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ ู„ุง ูŠูŽู‚ู’ุจูุถู ุงู„ุนูู„ู’ู…ูŽ ุงู†ู’ุชูุฒูŽุงุนูŽุงู‹ ูŠูŽู†ู’ุชูŽุฒูุนูู‡ู ู…ู† ุงู„ุนูุจุงุฏู ูˆู„ูŽูƒูู†ู’ ูŠูŽู‚ู’ุจูุถู ุงู„ุนูู„ู’ู…ูŽ ุจูู‚ูŽุจู’ุถู ุงู„ุนูู„ูŽู…ูŽุงุกู ุญุชู‘ูŽู‰ ุฅุฐุง ู„ูŽู…ู’ ูŠูุจู’ู‚ู ุนูŽุงู„ูู…ูŒ ุงุชู‘ูŽุฎูŽุฐูŽ ุงู„ู†ุงุณ ุฑุคุณูŽุงู‹ ุฌูู‡ู‘ูŽุงู„ุงู‹ ุŒ ููŽุณูุฆูู„ูˆุง ููŽุฃูŽูู’ุชูŽูˆู’ุง ุจูุบูŽูŠู’ุฑู ุนูู„ู’ู…ู ููŽุถูŽู„ู‘ููˆุง ูˆูŽุฃูŽุถูŽู„ู‘ููˆุง-ุงู„ุจุฎุงุฑูŠโ€œSesungguhnya Allah Taโ€™ala tidak menggengam ilmu dengan sekali pencabutan, mencabutnya dari para hamba-Nya. Namun Dia menggengam ilmu dengan mewafatkan para ulama. Sehingga, jika tidak disisakan seorang ulama, manusia merujuk kepada orang-orang bodoh. Mereka bertanya, maka mereka orang-orang bodoh itu berfatwa tanpa ilmu. Maka mereka tersesat dan menyesatkan.โ€ HR Al BukhariAwalnya Siti Aisyah radhiyallahu anha menolak hadis ini. Sampai akhirnya ketika Ibn Amr bin Ash datang ke Madinah, diperintahkanlah olehnya Urwah bin Zubair ini untuk menghadapnya dan bertanya sekali lagi perihal hadis tersebut. Selanjutnya, setelah Urwah menghadap Ibn Amr, lalu kembali ke Aisyah radhiyallahu anha, ia menyampaikan bahwa Ibn Amr bin Ash telah meriwayatkanhadis itu dengan redaksi yang sama. Dari sinilah kemudian, Siti Aisyah baru menyatakan, bahwa menurutnya Ibnu Amr itu benar sebab ia meriwayatkan hadis itu dengan tidak menambah atau mengurangi redaksinya. Artinya, riwayat itu bi al-lafdhi dan tidak sekedar bi al-maโ€™na. Abdu al-Hamid Mahmud, al-Sayyidah Aisyah Ummu al-Muโ€™minin wa Alimatu al-Nisaโ€™ al-Islam, Damaskus Dar al-Qalam, 1994, halaman 187.Inilah bagian dari peran penting Aisyah radhiyallahu anha dalam sejarah periwayatan hadis. Maka tidak heran, bila ia dijuluki sebagai muhaditsatu al-fuqahaโ€™, muโ€™allimatu al-ulama pengajar para ulama, dan berbagai gelar lainnya yang disematkan padanya. Bahkan para sahabat perawi hadis lainnya juga turut mengaji kepadanya, seperti halnya Sahabat Abu Hurairah dan Anas bin Malik radliyallahu anhum ajmaโ€™in.

berikut ini yang bukan kandungan dari hadits aisyah radhiyallahu anha